Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Malioboro Tasikmalaya sebagai Peluang Perubahan ke Arah Positif

Desain Konsep Malioboro Tasik

BeritaPanas.com - Kota Tasikmalaya merupakan salah satu kota yang termasuk memiliki banyak tempat berbelanja modern di wilayah Priangan Timur. Sebagai contoh, Trans Mart milik "si Anak Singkong" Chairul Tanjung memilih Kota Tasikmalaya sebagai tempat ekspansi pertama di wilayah Priangan Timur. Begitu juga dengan Lotte Mart, Asia Plaza, Starbuck, dulu Giant, dsb.

Sebagai wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya ini kerajinan khas seperti Kelom Geulis dan Payung Geulis. Seringkali desain kelom geulis dan payung geulis tersebut ditampilkan dalam bentuk ukuran besar sebagai penghias kota seperti yang saat ini berada di depan Mesjid Agung Kota Tasikmalaya dan di dalam komplek perkantoran Bale Kota Tasikmalaya.

Saat ini pun pemerintah Kota Tasikmalaya tengah membangun atau lebih tepatnya merubah konsep pusat perbelanjaan Cihideung HZ Mustofa menjadi konsep pedestrian seperti Malioboro. Sehingga mungkin tidak salah jika Cihideung nanti ada yang menyebutnya dengan sebutan Malioborotasik.

HZ Mustofa tengah dirombak

Sebelumnya lebar jalan HZ. Mustofa termasuk jalan lebar, namun memang seringkali menjadi sempit akibat area pinggir jalannya diisi parkir kendaraan. Dengan konsep pedestrian Malioborotasik, Cihideung atau jalan HZ Mustofa akan mengalami penyempitan lebar jalan namun sekaligus mendapatkan pelebaran trotoar sebagai area pejalan kaki. Dengan demikian tentunya akan ada lahan baru yang menjadi area parkir ke depannya.

Trotoar Cihideung HZ Mustofa Tasikmalaya sedang diperlebar

Perubahan positif dari adanya area pejalan kaki tersebut semoga saja bisa memberikan edukasi dan pembiasaan untuk lebih menggunakan angkutan umum serta pembiasaan untuk berjalan kaki di trotoar. Memang saat berjalan kaki di Mall bisa jadi sama jaraknya dengan berjalan kaki di trotoar Malioborotasik, tetapi nilai budaya yang didapatkan akan berbeda diantara keduanya.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa saat ini kemacetan sudah sering terjadi di beberapa lokasi di Kota Tasikmalaya. Terutama pada jam-jam tertentu, seperti pada pukul 7 di jalan-jalan sekitar stasiun Tasikmalaya dan Alun-alun kota Tasikmalaya. Beberapa tahun ke belakang jalanan pun lebih lengang, mudah untuk menyebrang di jalur jalan besar. Namun saat ini jalanan lebih ramai dan tidak menutup kemungkinan jika tidak ada perubahan trend maka akan terus semakin ramai dan macet.

Dengan demikian adanya konsep baru di area Cihideung HZ Mustofa tersebut menjadi harapan perubahan positif yang bisa menjadi budaya jalan kaki dan menggunakan kendaraan umum. 

Post a Comment for "Malioboro Tasikmalaya sebagai Peluang Perubahan ke Arah Positif"